Halini karena cerita pendek dan fabel termasuk ke dalam jenis teks naratif. Menurut Kemendikbud (2013, 189) Struktur teks cerita pendek terdiri dari orientasi, komplikasi, dan resolusi. Sementara teks fabel ditambah dengan koda pada bagian akhir, sehingga struktur teks fabel adalah orientasi-komplikasi-resolusi-koda. ContohCerita Fabel Beserta Strukturnya Orientasi Komplikasi Resolusi Koda Singkat. Buatlah Teks cerita fabel yg terdiri atas 5 paragraf kemudian tentukanA.strukur teks cerita fabel - Brainly.co.id. Kumpulan 10 Cerita Fabel Beserta Dengan Pesan Moralnya - TUGAS ANAK SEKOLAH TERBARU. Kumpulan Cerita Dongeng Fabel Anak Terbaik Dunia Dengan Pesan Agarlebih memahami struktur teks fabel, berikut penjelasan lengkapnya. 1. Orientasi: Adalah bagian awal dari suatu cerita. Orientasi terdiri dari pengenalan tokoh, latar tempat, latar waktu, dan deskripsi awal mula konflik. 2. Komplikasi: Adalah konflik atau permasalahan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. contohkomplikasi: sampai sang anjing sedang bahagia bertemu dengan anjing lain yang ingin mengambil tulang anjing bahagai tersebut tapi anjing bahagia tersebut tidak memberikan tulang ayamnya kepada anjing yang mengiginkan tulang itu. Resolusi adalah dimana sang tokoh utama mendapatkan ide unutk memecahkan masalah yang berada dalam komplikasi. Vay Tiền TráșŁ GĂłp Theo ThĂĄng Chỉ Cáș§n Cmnd. Ilustrasi membaca teks fabel. Foto PexelsSeperti jenis teks lainnya, teks fabel memiliki struktur dan ciri-cirinya sendiri. Namun sebelum itu, apakah Anda sudah mengetahui apa itu teks fabel?Secara garis besar, teks fabel adakah jenis cerita fiktif yang menggambarkan kehidupan binatang dengan watak tokoh yang diibaratkan seperti teks fabel biasanya memiliki karakter yang berbeda-beda. Karena tokoh dalam teks fabel adalah binatang, maka sudah pasti bahwa sifat teksnya bersifat khayalan atau Teks FabelIlustrasi membaca teks fabel. Foto PexelsDilansir dari laman terdapat beberapa ciri-ciri atau karakteristik teks fabel, yang dapat dilihat pada poin di bawah ceritanya singkat dan bergerak tokoh tidak diuraikan secara penceritaan secara lisan dan terdiri atas kata atau tema kerap kali dituliskan di dalam sangat singkat dan itu, karena biasanya teks fabel ditujukan kepada anak-anak, maka pemilihan kata yang digunakan adalah kata yang mudah dipahami dan terdiri atas kalimat-kalimat pendek. Penuturan setiap kalimat pun disusun secara jelas dan lugas, sehingga mudah dimengerti Teks FabelIlustrasi seorang ayah yang menjelaskan kepada putrinya mengenai teks fabel. Foto PexelsSetiap teks pasti terdiri atas sebuah struktur, begitu pula dengan teks fabel. Dikutip dari laman struktur teks fabel terdiri atas orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Berikut penjelasan lengkap mengenai struktur fabel1. OrientasiOrientasi adalah bagian awal dari suatu cerita. Orientasi terdiri dari pengenalan tokoh, latar tempat, latar waktu, dan deskripsi awal mula KomplikasiKomplikasi adalah konflik atau permasalahan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. Komplikasi biasanya dimulai dari munculnya masalah sehingga masalah tersebut mencapai komplikasi atau klimaks. Dalam teks fabel, biasanya konflik muncul dari kepribadian ResolusiResolusi adalah penyelesaian dari konflik atau permasalahan yang sebelumnya terjadi di bagian KodaKoda adalah nilai moral yang diungkapkan pengarang dalam cerita, atau perubahan sikap yang diharapkan pada akhir Cerita FabelIlustrasi buku cerita fabel. Foto PexelsAda berbagai jenis cerita fabel berdasarkan era kemunculan, asal-usul, serta watak tokohnya. Dikutip dari Bestie Book Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII, VIII, & IX oleh The King Eduka 2022 78-79, berikut adalah beberapa jenis cerita fabel yang bisa dipahami. 1. Cerita Fabel Berdasarkan Era KemunculanBerdasarkan era kemunculannya, cerita fabel dibagi menjadi dua jenis, yaituFabel klasik, yakni cerita binatang yang telah ada dari zaman dahulu, tetapi tidak diketahui persis kapan modern, yakni cerita binatang yang muncul pada waktu yang relatif belum lama dan sengaja ditulis oleh pengarangnya. 2. Cerita Fabel Berdasarkan Paparan Watak TokohBerdasarkan paparan watak tokoh, cerita fabel dibagi menjadi dua jenis, yaituFabel alami, yakni fabel yang menggunakan tokoh hewan seperti pada kondisi alam nyata. Fabel adaptasi, yakni fabel dengan memberikan watak yang mengubah watak asli hewan pada dunia nyata dan menggunakan latar belakang lain, bukan di alam Berdasarkan Asal-usul dan Ruang LingkupnyaBerdasarkan asal-usul dan ruang lingkup, cerita fabel dibagi menjadi tiga jenis, yaituTeks fabel kedaerahan, yakni fabel yang bersumber dari daerah dengan transmisi seadanya di ruang lingkup daerah itu fabel nusantara, yakni fabel yang bersumber dari daerah dan sudah menjalar ke semua kawasan fabel internasional, yakni fabel yang berasal dari suatu negara dan telah menyebar ke seluruh Cerita Fabel Berdasarkan Kemunculan PesanBerdasarkan kemunculan pesan, cerita fabel dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaituFabel dengan koda, yakni cerita binatang dengan memunculkan pesan pengarang secara eksplisit di akhir tanpa koda, yakni cerita binatang tanpa pesan eksplisit pengarang di akhir yang dimaksud dengan teks fabel?Apa itu fabel klasik?Apa jenis fabel berdasarkan paparan watak tokoh? Kembali ke 7 Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Lengkap – Menulis berdasarkan contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda cukup membantu. Kamu bisa mengembangkan ide cerita sendiri yang lebih kreatif. Asal memenuhi 4 struktur tersebut dan bercerita mengenai kehidupan hewan, berarti sudah membuat fabel. Jika belum cukup jelas, kamu bisa mengikuti struktur dari contoh cerita fabel yang akan Mamikos sampaikan di bawah ini. Mengenai penokohan dan karakter bisa mencari inspirasi dari kehidupan hewan di sekitar. 7 Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan KodaDaftar Isi7 Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda1. Contoh Cerita Fabel Beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Tentang Tupai yang Sombong2. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Tentang Bangau dan Anjing3. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda tentang Gajah, Kerbau dan Harimau4. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda tentang Kancil dan Anjing Pemburu5. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Tentang Gajah Baik Hati6. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Kancil ingin Jadi Merak7. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda tentang Ikan, Kepiting dan Bangau Daftar Isi 7 Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda 1. Contoh Cerita Fabel Beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Tentang Tupai yang Sombong 2. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Tentang Bangau dan Anjing 3. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda tentang Gajah, Kerbau dan Harimau 4. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda tentang Kancil dan Anjing Pemburu 5. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Tentang Gajah Baik Hati 6. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Kancil ingin Jadi Merak 7. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda tentang Ikan, Kepiting dan Bangau Setiap cerita pastinya memiliki struktur sehingga pembaca mudah mengerti alurnya. Mulai dari pengenalan tokoh dan karakter, kemudian permasalahan, lalu klimaks, dan anti klimaks atau penyelesaian. Berikut contoh fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda. 1. Contoh Cerita Fabel Beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Tentang Tupai yang Sombong Tupai sangat terkenal karena kesombongannya, selalu memamerkan ketangkasannya meloncat. Setiap bertemu dengan binatang lain, ia selalu mengejek.’ Hei kalian, aku kasihan melihat kalian berjalan-jalan dalam cuaca seperti ini.’’ Ujar Tupai tertawa. Suatu hari, Kura-kura dan Kancil sedang asik bermain bersama menangkap bola. Karena terlalu bersemangat Kancil melempar bola hingga tersangkut di dedaunan tepat di samping mereka. Namun, Kura-kura dan Kancil tidak tahu bagaimana caranya mengambil bola tersebut. ’Hahaa, kasihan sekali!’’ ujar Tupai Tiba-tiba Tupai keluar dari balik pohon dan meloncat dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Ia mengambil bola pada dedaunan tersebut. ’Tupai, cepat lemparkan bola itu pada kami.’’ Seru Kura-kura. ’tidak! Makannya, jangan menjadi binatang yang bisanya hanya berjalan, belajarlah naik ke atas pohon dan melompat sepetiku!’’ ujar Tupai sombong. Kancil dan Kura-kura hanya menatap Tupai yang memainkan bola dengan memantul-mantulkannya pada pohon. “Sudahlah Kura-kura, sebaiknya kita pulang saja, biarkan dia bersenang-senang sendirian.’’ ujar Kancil. Kura-kura setuju ajakan si Kancil ’Baiklah Tupai, sepertinya kau menyukai bola kami, kau boleh memilikinya, kami pulang’’ Seru Kancil. Tupai terkejut karena teriakkan Kancil dan kehilangan konsentrasi, sehingga tergelincir batang pohon sampai terjatuh, sangat disayangkan ia terjatuh ke dalam kubangan lumpur. ’Byyyyur!’’ Kura-kura dengan sigap menangkap bola saat Tupai terjatuh. Bersama Kancil, diapun menertawakan kesialan si Tupai. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda dari kisah di atas dimulai dari pengenalan tokoh Tupai yang sombong. Meski memang benar bahwa hewan satu ini pandai melompat dibanding hewan lainnya. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda tersebut masuk pengenalan masalah. Yaitu pada saat Tupai menunjukkan kesombongannya pada Kancil dan Kura-kura. Contoh fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda ini masuk resolusi pada saat Tupai terkena karmanya. Dimana dengan kesombongannya akhirnya justru membuatnya jatuh ke lumpur. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda pada bagian akhir dapat ditarik kesimpulan. Disebut juga koda, yaitu bahwa sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. 2. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Tentang Bangau dan Anjing Dahulu kala hiduplah seekor burung bangau dan seekor anjing di sebuah hutan belantara. Suatu hari Bangau berfikir sudah lama ia berteman tetapi belum pernah main ke rumah Anjing. Bangau kemudian bertanya pada anjing, “Kita sudah lama berteman, mengapa aku belum pernah kamu ajak main ke rumahmu?” Anjing kemudian menjawab,”Oh iya, bagaimana kalau besok kamu main ke rumahku?”. “Baiklah besok aku ke rumahmu”, jawab Bangau. Keesokannya, Bangau berkunjung ke rumah Anjing yang langsung mengajaknya untuk makan. Seperti kebiasaannya Anjing menyajikan makanan di atas piring. Dengan lahapnya Anjing menyantap makanan. Namun Bangau kesusahan, sebab ia memiliki paruh panjang yang menyulitkannya mengambil makanan dari piring. Melihat makanan Bangau masih banyak Anjing bertanya “Bangau makananmu masih banyak sini aku bantu habiskan” Dengan sekejap makanan Bangau habis sementara ia masih lapar. Bangau akhirnya harus pulang dalam keadaan lapar. Lalu keesokannya ia gentian mengajak Anjing berkunjung ke rumahnya. Saat sampai di rumah Bangau, Anjing disuguhkan dengan makanan yang diletakkan dalam bumbung bambu. Hal ini adalah kebiasaan Bangau agar mudah mengambilnya. Sementara Anjing yang tidak punya paruh merasa kesal karena tak bisa makan, akhirnya makanannya tumpah berserakan. Anjing marah “Hai Bangau, kenapa kau hanya memikirkan diri sendiri, lihatlah aku tak bisa makan karena tidak punya paruh”. Bangau menjawab “Oh ya, lalu bagaimana aku tempo hari? Aku juga tak bisa makan dari atas piring karena paruhku panjang”. Anjing baru menyadari bahwa makanan Bangau masih banyak bukan karena sudah makan tapi karena tidak bisa mengambil makanan dari atas piring. Anjing pun segera meminta maaf pada Bangau Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda di atas cukup ringkas dan jelas. Dimulai dari orientasi atau pengenalan mengenai kehidupan persahabatan antara Bangau dengan Anjing. Komplikasi atau permasalahan dimulai pada saat Bangau mengunjungi rumah Anjing. Dimana Bangau kesal karena tidak dapat menyantap makanan. Kemudian mengundang Anjing ke rumahnya dengan tujuan membalas. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda masuk tahap penyelesaian dimana Anjing menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Masalah selesai dan tidak ada lagi salah paham. Contoh fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda menemui kesimpulan berupa pesan moral. Yaitu, sesama teman seharusnya saling memahami kondisi satu sama lain. 3. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda tentang Gajah, Kerbau dan Harimau Suatu hari seekor kerbau mencari gajah di dalam hutan untuk menemaninya mencari makanan. Akhirnya kerbau melihat gajah yang sedang berjalan dan langsung mengajaknya untuk bersama-sama mencari sumber makanan. “Hai Gajah, sedang apa kau? Aku ingin mengajakmu mengumpulkan makanan dari hutan.” Gajah menjawab “Ah, baiklah aku juga ingin mencari makan.” Sebelumnya, Kerbau juga mengajak Harimau untuk sama-sama mencari makanan di hutan. Ketiga hewan tersebut kemudian mulai mengumpulkan makanan dengan cara merebut dari hewan lain. Setelah mendapatkan makanan dalam jumlah cukup menurut mereka, mereka langsung masuk ke tempat persembunyian. Harimau menyuruh Kerbau untuk membagi makanan mereka secara adil. “Kerbau, kau yang membagi makanan itu pada kami, bagilah dengan adil”. Kerbau mengiyakan “baiklah, serahkan saja padaku”. Setelah dibagi ternyata Harimau merasa bagiannya sedikit sebab hanya mendapatkan 2 ekor kelinci dan 1 ekor rusa. Sementara kedua temannya mendapatkan daun, rumput dan buah-buahan dalam jumlah banyak sampai menggunung. Harimau murka dan menganggap pembagian tidak adil, ia lalu menerkam Kerbau dan menyantapnya. Melihat kejadian tersebut Gajah segera mengingatkan “Hai Harimau, kau seharusnya mengerti bahwa makanan kami dengan makananmu berbeda. Itulah mengapa bagian kami lebih banyak, kami makan rumput, kamu makan daging hewan lain”. Mendengarnya Harimau juga murka “Diam, atau kau juga mau aku mangsa?” Gajah menjawab “Kalau kamu memangsaku juga, kamu tidak akan memiliki teman lagi. Hari ini mungkin kamu kenyang, tapi belum tentu besok kamu punya makanan”. Dan benar saja, Harimau langsung memangsa Gajah karena marah. Pada akhirnya ia menyesal karena tak lagi memiliki teman untuk mencari makan. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda ini diawali dengan pengenalan tokoh yaitu Kerbau, Gajah dan Harimau. Dimana ketiganya merupakan spesies berbeda, namun memutuskan bekerja sama mengumpulkan makanan. Komplikasi atau permasalahan dimulai pada saat Harimau yang merupakan karnivora mendapatkan pembagian makanan paling sedikit dan merasa tidak adil. Dilanjutkan dengan klimaks yaitu Harimau menerkam kedua temannya. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda masuk penyelesaian yaitu pada saat Harimau menyadari ia kini sendiri. Meski ini bukan merupakan solusi, namun sebagai anti klimaks. Koda atau pesan moral dari cerita di atas adalah bahwa adil bukan berarti sama dalam jumlah. Melainkan sesuai dengan porsinya masing-masing, sebab meski Harimau mendapat bagian berupa buah-buahan tentu tidak akan dimakan. 4. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda tentang Kancil dan Anjing Pemburu Disebuah hutan ada pemburu ditemani anjingnya yang dilatih untuk memburu hewan-hewan di hutan. Pemburu melihat kancil sedang makan di tengah aksi perburuannya. Ia berusaha mengejar sang kancil sampai tertangkap dan dimasukkan ke dalam kandang. Sang kancil termasuk hewan yang cerdik, ia berusaha keluar dari kandang dengan menipu anjing pemburu. Kancil berkata bahwa ialah yang disayang oleh pemburu karena selalu diberi makanan, ia juga berkata bahwa anjing tadi akan digantikan olehnya. Kancil terus menipu “Bayangkan kalau sebentar lagi kau dibuang oleh majikanmu, diusir dari rumahnya yang nyaman ini, bagaimana kau bisa hidup nyaman wahai Anjing?” Tanpa pikir lagi Anjing langsung membuka pintu kandang “Segeralah kau pergi Kancil, jauh-jauhlah dari sini agar majikanku tidak menemukanmu lagi” usirnya. Seketika kandang dibuka Kancil langsung lari menjauh tanpa sedikitpun menoleh. Sementara Anjing pemburu merasa bahagia membayangkan masa hidupnya akan lebih terjamin karena tidak ada saingan lagi. Tak lama kemudian pemburu pulang dan menghampiri kandang sambil membawa makanan Kancil. Mengetahui kandang kosong dalam keadaan terbuka pemburu marah. “Hai Anjing, aku suruh kau menjaga Kancil, mengapa bisa lepas?”. Mendengar tuannya murka Anjing ketakutan, “maaf Tuanku, tadi aku lupa mengunci kandang”. Tanpa pikir panjang, Pemburu mengokang senjata dan menembakkannya ke arah Anjing hingga meninggal. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda di atas mengenalkan tokoh pemburu, anjingnya dan kancil yang cerdik. Aktifitas biasa bahwa pemburu selalu mencari hewan untuk dimakan atau dijual. Kemudian berlanjut pada bagian komplikasi dimana kancil tertangkap dan dimasukkan kandang. Contoh cerita beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda pada bagian ini berlanjut pada konflik kancil dan anjing yang merupakan akal kancil sendiri. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda lalu berakhir dengan nasib Anjing yang dihukum majikannya. Ini merupakan resolusi atau akhir dari cerita sekaligus merupakan pelajaran. Kemudian terakhir dari cerita ini sebagai pesan moralnya adalah jangan langsung percaya pada orang baru. Apalagi jika bukan teman, bisa jadi yang dikatakan adalah tipuan. 5. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Tentang Gajah Baik Hati Di suatu hutan tinggallah seekor Gajah, tubuhnya tinggi, besar, gemuk, belalainya panjang dan kuat, sepasang gadingnya juga besar kokoh. Gajah itu sangat baik hati, ia selalu memberi makanan kepada binatang-binatang kelaparan. Ia juga selalu memberikan pertolongan kepada yang kesusahan, baik binatang besar maupun binatang kecil seperti tikus dan semut. Pada suatu hari Gajah sengaja melakukan perjalanan berkeliling hutan dan bertemu dengan Harimau yang sedang kesakitan. Harimau itu tertimpa pohon tumbang akibat hujan semalam. ’Gajah, gajah, tolong aku!’’ kata Harimau sambil menahan rasa sakit. Mendengar teriakan Harimau, Gajah langsung mengangkat pohon yang menghimpit tubuhnya dengan belalai. ’Terima kasih kawan!’’ ucap Harimau yang langsung pergi meninggalkannya. Kembali Gajah berjalan, ia melihat kawanan semut yang hendak menyeberang sungai namun arus sangat deras. “Hai semut, apa yang kalian lakukan di sini arus sungai sangat deras”. “Hai Gajah, kami harus menyeberang karena sedang mencari makanan”. Kemudian Gajah mematahkan beberapa ranting pohon kemudian meletakkannya melintang supaya jadi jembatan bagi semut. Di satu kesempatan lain, Gajah sedang berjalan sambil mencari makan. Namun karena kurang waspada kakinya menyentuh tali jebakan. Tali itu menjerat kakinya hingga menyebabkannya tergantung secara terbalik. Gajah hanya bisa berteriak kesakitan, hingga terdengar oleh Harimau. Pada kesempatan yang sama semut melihat dari kejauhan posisi Gajah tersebut. Kedua hewan tersebut bergegas ke arahnya untuk membantu. Harimau menggigit pangkal tali yang terikat pada pohon sampai putus. Sehingga Gajah terlepas dan jatuh ke tanah. Semut bergegas membawakan dedaunan berkhasiat obat untuk dilekatkan pada luka jeratan. Seperti itulah, kebaikan Gajah dibalas oleh binatang lain yang pernah ditolongnya. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda di atas tokoh sentralnya adalah Gajah. Badannya yang kokoh didukung dengan rasa belas kasihan pada sesama menjadikannya memiliki sifat penolong. Contoh fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda di sini tidak terlalu ada konflik. Permasalahan terjadi pada diri Gajah sendiri yang secara tidak sengaja terjerat tali jebakan. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda langsung pada resolusi atau penyelesaian. Yaitu teman-teman yang pernah ditolongnya datang, bekerja sama untuk membantunya lepas dari jeratan. Pesan moral atau bagian koda adalah bahwa kebaikan akan berbalas kebaikan pula. Meski yang kita lakukan tidak seberapa membantu orang lain, namun bisa jadi akan kita tuai pada saat paling genting. 6. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda Kancil ingin Jadi Merak Di suatu hutan hidup sekawanan Kancil bertetangga dengan burung merak. Salah satu Kancil bernama Midi sangat mengagumi paman Merak tetangganya sejak kecil. Pada beberapa kesempatan Midi melihatnya mengepakkan bulu ekor yang ternyata sangat indah memukau mata. Sering sekali Midi bertanya pada ibunya, “Bu, bisakah aku memiliki bulu ekor yang indah seperti paman Merak?” Ibu menjawab “Tidak bisa Midi, kita bukan merak, melainkan kancil”. Sudah sejak lama Midi ingin memiliki bulu cantik layaknya merak. Tidak puas dengan jawaban ibu, Kancil lalu mendatangi paman Merak. “Paman, bisakah aku memiliki ekor sepertimu?” Paman Merak tertawa “Haha. Mana bisa Midi, kita ini berbeda”. Melihat wajah Midi langsung pias, Paman Merak merasa iba. “Apakah kamu benar-benar ingin memiliki ekorku?” Dengan berbinar Midi menjawab “benar paman”. Baiklah, ambil ekorku yang sudah rontok, kau boleh memilikinya. Midi sangat girang, dikumpulkannya semua ekor rontok paman Merak dan dibawanya pulang. Sesampainya di rumah, ia meminta tolong pada ibu dan saudara-saudaranya untuk memasangkannya pada tubuhnya. Ibu memperingatkan, “untuk memasangnya kita perlu getah sebagai perekat Midi, kita harus mencarinya terlebih dahulu”. “Baik ibu, aku akan cari”. Setelah dikumpulkannya getah pepohonan lalu segeralah ekor tersebut dipasang. Midi sangat bahagia melihat bayangannya di air sangat cantik dengan ekor merak tersebut. Hingga ia enggan melepasnya. Keesokan harinya, Midi merasa lelah karena tidak bisa tidur seperti biasanya. Ekor buatannya sangat mengganggu, hingga ia hanya bisa beristirahat dalam posisi berdiri. Ia lalu meminta bantuan keluarganya kembali untuk melepas semua ekor tersebut. Sayang, perekatnya sangat kuat hingga menyebabkan kulitnya ikut terkelupas saat ekor dilepas. Midi sangat kesakitan dengan luka tersebut. Ia menangis, dan berjanji untuk tidak akan memasang ekor merak itu lagi. Contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda di atas dimulai dengan pengenalan tokoh utama yaitu Midi si kancil. Juga beberapa keluarganya serta tokoh lain yaitu Paman Merak. Komplikasi terjadi saat Midi menginginkan ekor merak pada dirinya. Padahal ia adalah seekor Kancil. Konflik berlanjut dengan memasangkan ekor-ekor merak di tubuhnya menggunakan getah, yang kemudian tidak dapat dilepas. Resolusinya adalah pelepasan ekor yang menyebabkan Midi tak bisa tidur dengan nyenyak itu. Namun ini juga masih menyisakan permasalahan sebab justru membuat kulit tubuhnya terkelupas. Pesan moralnya adalah, bahwa kita harus jadi diri sendiri. Bangga dengan kepunyaan dan kemampuan diri sendiri. Boleh mengagumi orang lain, namun bukan berarti kita juga harus menjadi orang lain. 7. Contoh Cerita Fabel beserta Orientasi, Komplikasi, Resolusi dan Koda tentang Ikan, Kepiting dan Bangau Sungai mulai mengering karena kemarau, ikan dan kepiting mulai kehausan dan ingin mencari tempat aman yang masih banyak airnya. Di seberang sana terdapat danau yang airnya masih penuh karena dekat sumber mata air. Itulah tujuan keduanya. Bangau yang terbang mengitari langit melihat ikan dan kepiting kepayahan berjalan menuju danau. Ia lalu menghampiri keduanya “hai teman-teman, mau kemana kalian?” “Hai bangau, aku dan kepiting mencari danau untuk kami tinggali, bisakah kau membantu?” Bangau langsung setuju “tentu saja, aku bantu kau dulu ikan, mari aku jepit dengan paruhku karena aku tak punya tangan”. Ikan langsung bersedia. Tak lama kemudian bangau kembali menghampiri kepiting. “Hai, kepiting sekarang giliranmu ayo aku antar.” “Baik, tapi aku berpegangan sendiri, aku punya capit untuk melakukannya”. Bangau menolak “tidak, sebaiknya kau kujepit dengan paruh saja sama seperti ikan” Kepiting tetap menolak dan langsung melompat ke arah leher bangau untuk menjepitkan capitnya. “Aku lebih suka berpegangan seperti ini saja bangau”. “Hai, kau bisa membunuhku karena aku tak bisa bernapas”. Kepiting justru semakin mencengkeram leher Bangau menggunakan capitnya. “Bagaimana dengan ikan temanku tadi? Kau juga memakannya dengan alasan mengantarkannya ke danau itu bukan?” “Ah, ampun Kepiting ampun, jangan capit aku”. Bangau akhirnya mati karena dicapit lehernya oleh kepiting karena telah menipu ikan. Cerita di atas bagian orientasi adalah kondisi kemarau, kemudian pengenalan tokoh yaitu ikan dan kepiting. Bangau dimunculkan setelahnya. Kemudian lanjut pada bagian komplikasi. Komplikasi atau pengenalan masalah pada contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda di atas adalah perseteruan antara kepiting dengan bangau. Bahwa sebelumnya bangau telah menipu ikan dan memakannya. Resolusinya adalah kepiting yang kemudian mencapit bangau untuk memberikan pelajaran. Pada akhirnya bangau mati karena kehabisan napas. Ini adalah karma dari ulahnya menipu si ikan. Pesan moral dari fabel di atas adalah, kejahatan akan dibalas kejahatan pula. Aksi menipu si bangau ternyata tercium oleh kepiting yang seolah tidak tahu. Pada akhirnya kepiting membalas perbuatan buruk bangau agar tidak memangsa ikan lain lagi. Masih banyak contoh yang bisa dibuat berdasarkan struktur fabel. Kamu bisa mengembangkannya sendiri dengan terlebih dulu memilih karakter, tokoh dan tema cerita. Kemudian, ikuti seperti contoh cerita fabel beserta orientasi, komplikasi, resolusi dan koda. Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu Kost Dekat UGM Jogja Kost Dekat UNPAD Jatinangor Kost Dekat UNDIP Semarang Kost Dekat UI Depok Kost Dekat UB Malang Kost Dekat Unnes Semarang Kost Dekat UMY Jogja Kost Dekat UNY Jogja Kost Dekat UNS Solo Kost Dekat ITB Bandung Kost Dekat UMS Solo Kost Dekat ITS Surabaya Kost Dekat Unesa Surabaya Kost Dekat UNAIR Surabaya Kost Dekat UIN Jakarta Ayo, siapa yang masa kecilnya senang membaca dongeng tentang Si Kancil dan Gajah, Kelinci dan Kura-Kura, atau Singa dan Tikus? Pastinya, kisah-kisah ini sangat seru dan selalu mengandung pesan moral, guys. Tahukah kamu kalau ternyata dongeng bertema binatang ini disebut juga dengan nama fabel? Hmm, apa itu fabel, bagaimana ciri-ciri, unsur intrinsik, dan apa saja jenisnya? Yuk, simak penjelasan selengkapnya bersama Quipper Blog di bawah ini! Pengertian Fabel Fabel adalah narasi yang biasanya menyampaikan moral dengan menampilkan hewan yang berbicara dan berperilaku seperti manusia. Kalau menurut Encyclopedia Britannica sendiri, kata fabel diambil dari bahasa Latin yaitu fabula di mana artinya mirip dengan mitos dalam bahasa Yunani. Singkatnya, fabel adalah cerita bermoral yang menggambarkan budi dan watak manusia yang diperankan oleh binatang. Fabel sendiri masuk ke dalam cerita fiksi, yang artinya bukan kehidupan nyata. Tapi, enggak jarang juga tokoh manusia itu dihadirkan ke dalam cerita fabel untuk mendukung cerita. Bagaimana Struktur Teks Fabel? Seperti bentuk sastra lainnya, fabel juga punya strukturnya sendiri. Dimulai dari orientasi, lalu mengarah ke komplikasi dan berlanjut ke resolusi, dan berakhir di koda. Quipperian, berikut adalah beberapa struktur teksnya Orientasi Bagian pembuka dari cerita dimana biasanya bagian inilah yang mengenalkan para tokoh, latar tempat, dan waktu. Komplikasi Merupakan bagian masalah atau konflik yang terjadi dalam cerita. Biasanya, konflik ini terjadi karena kepribadian salah satu tokohnya. Resolusi Bisa dibilang ini adalah bagian penyelesaian dari masalah dalam cerita. Koda Berupa penjelasan perubahan yang terjadi pada tokoh setelah mengalami masalah tersebut dan amanat apa yang bisa dipetik pembaca dari cerita tersebut. Apa Saja Ciri-Ciri Fabel? Rupanya fabel juga memiliki keunikannya sendiri di mana kamu bisa membedakannya dengan sastra lainnya. Adapun ciri-ciri adalah sebagai berikut Bersifat fiksi atau tidak nyata. Bagian pendahuluan biasanya singkat dan langsung. Tokoh yang diperankan adalah para binatang yang bisa berbicara. Watak para tokoh digambarkan seperti manusia ada yang baik dan jahat. Biasanya menggunakan latar belakang alam seperti sungai, hutan, gunung, dsb. Alur ceritanya tidak rumit. Rangkaian peristiwa digambarkan dengan kejadian sebab akibat yang berurutan dari awal hingga akhir. Bahasanya menggunakan kalimat naratif atau kalimat langsung yang berupa dialog para tokoh. Unsur-Unsur Intrinsik Fabel Unsur intrinsik merupakan beberapa unsur yang menyusun suatu karya sastra dari dalam sehingga membangun inti ceritanya. Kalau dalam fabel sendiri, terdapat beberapa unsur-unsur intrinsiknya yaitu Tema gagasan utama atau ide cerita dalam sebuah cerita. Tokoh pelaku dalam cerita yang dihadirkan dalam bentuk hewan sebagai personifikasi manusia. Alur atau plot jalan cerita yang berurutan dan biasanya tiap kejadian dihubungkan karena peristiwa sebab akibat. Latar atau setting yang merupakan waktu dan tempat dari kejadian serta penggambaran suasana dalam cerita. Untuk latar sendiri biasanya terbagi menjadi 3, yaitu latar waktu, latar tempat, dan latar suasana. Sudut pandang teknik yang digunakan penulis dalam menyampaikan cerita. Ceritanya mengandung amanat atau moral yang bisa juga sudah tertulis di dalam cerita. Amanat pesan moral yang disampaikan penulis kepada pembaca. Amanat ini bisa terungkap lewat tulisan langsung di cerita atau tersirat. Jenis-Jenis Fabel Quipperian, fabel juga ternyata terbagi menjadi beberapa jenisnya yang dikategorikan berdasarkan kemunculan waktunya dan berdasarkan alur dan watak. Nah, dari kedua kategori terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Apa saja penjelasannya? 1. Berdasarkan Kemunculan Waktunya a. Fabel Klasik Adalah cerita yang sudah muncul dari sejak dahulu kala. Biasanya cerita ini sudah diwariskan oleh nenek moyang kita secara turun-temurun. Cerita ini diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi selanjutnya. Nah, di Indonesia sendiri kamu bisa menemukan fabel klasik seperti cerita Si Kancil yang berasal dari Jawa Tengah. Lalu, ada juga tokoh Kera Hantu yang berasal dari Toraja. Pokoknya, banyak deh cerita fabel yang bisa kamu temukan di Indonesia. Agar kamu bisa langsung mengenal sebuah cerita adalah fabel klasik, berikut adalah ciri-cirinya Biasanya cerita sangatlah pendek. Tema yang diangkat klasik tergolong sangat sederhana. Banyak amanat atau pesan moral yang disampaikan di dalam cerita. Tokoh hewan dalam cerita biasanya masih memiliki sifat hewani. b. Fabel Modern Ceritanya merupakan bentuk ekspresi sastra dari si penulis dan kemunculan ceritanya itu belum terlalu lama. Jadi, enggak heran jika ceritanya menggambarkan situasi yang saat ini sedang terjadi. Fabel modern lebih banyak jumlahnya dibandingkan dengan yang klasik. Lalu, tokoh binatang yang diceritakan di dalam cerita ini biasanya lebih beragam. Berikut adalah ciri-cirinya Cerita lebih variatif dimana bentuknya bisa lebih panjang atau pendek. Tema yang diangkat biasanya rumit Terkadang bisa berupa epik atau saga. Ini merupakan cerita turun temurun dari nenek moyang. Karakter setiap tokohnya unik. 2. Berdasarkan Alur dan Watak a. Fabel Alami Adalah fabel yang menceritakan para binatang dengan menggunakan sifat alami dari para binatang itu di kehidupan nyata. Misalnya saja, si singa yang berwatak buas dan ganas, kura-kura yang lambat, dsb. b. Fabel Adaptasi Adalah fabel yang memberikan watak tokoh para binatang dengan mengubah dari watak asli mereka di dunia nyata. Fabel ini juga biasanya menggunakan latar di tempat-tempat lain atau bukan berlatar alam bebas. Misalnya seperti latar di jalan raya, di halaman rumah, atau rumah makan. 3. Berdasarkan Kemunculan Pesannya a. Fabel Koda Merupakan fabel yang menuliskan amanat atau pesan moral secara langsung atau eksplisit. Biasanya si penulis akan memunculkan pesannya di akhir cerita. b. Fabel tanpa Koda Adalah fabel yang dimana penulisnya enggak menuliskan amanat secara eksplisit atau langsung pada bagian akhir cerita. Jadi, kamu perlu membacanya secara sungguh-sungguh untuk bisa menyimpulkan pesan apa yang disampaikan oleh penulis. Contoh-Contoh Fabel Quipperian, cerita hewan ini sebenarnya sangatlah banyak karena jenis-jenisnya pun juga beragam. Nah, di antara banyaknya cerita fabel yang populer di kalangan masyarakat, nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya bisa kamu jadikan nasihat dan pelajaran. Agar lebih jelas, yuk disimak dulu beberapa contoh berikut dengan struktur yang sudah dijelaskan sebelumnya. 1. Rusa dan Si Pemburu Bagian orientasi Suatu hari, ada seekor rusa yang sedang berkaca di tepi sungai. Ia sangat bangga sekali dengan dirinya karena memiliki tanduk yang sangat gagah dan megah. Namun, ia merasa kecewa karena memiliki kaki yang kecil dan ramping, tidak seperti tanduknya. Tapi ternyata, tanpa sadar saat itu ia sedang diincar oleh seorang pemburu bagian konflik. Bagian resolusi Saat pemburu melepaskan tembakan, si rusa pun segera jauh berlari dengan gesitnya. Bagian koda Sejak saat itu, rusa akhirnya menyadari bahwa kakinya yang ramping justru bisa membuatnya lari secepat kilat. Kakinya yang ramping, bisa membuatnya lari dengan lincah dan bisa menghindari tembakan si pemburu. Dari cerita ini dapat dipetik, kalau kelemahan yang kita miliki itu justru bisa jadi kekuatan terbesar kita yang justru dapat membawa ke keberhasilan. Baca Juga Kumpulan Cerita Fabel Singkat Beserta Pesan Moralnya 2. Perjalanan Dua Ekor Kambing Suatu saat dua ekor kambing sedang berjalan dari arah yang berlawanan di sebuah pegunungan curam bagian orientasi. Secara kebetulan, saat itu mereka secara bersama tiba di tepi jurang di mana bawahnya mengalir air sungai yang deras. Lalu, ada sebuah pohon yang jatuh dan sudah dijadikan sebagai jembatan untuk menyebrangi jurang tersebut. Namun, pohon yang dijadikan jembatan itu sangat kecil sehingga sangat mustahil untuk dilewati dua ekor tupai pun dengan selamat, apalagi jika untuk dua ekor kambing. Tetapi, kedua kambing itu tidaklah merasa takut. Bagian konflik Rasa sombong di diri mereka tidak membiarkan mereka kalah dan memberi jalan terlebih dahulu untuk kambing lainnya. Saat salah satu kambing tersebut menapakkan kaki di jembatan, kambing yang satu pun tidak mau kalah. Ia juga menapakkan kaki di jembatan tersebut. Pada akhirnya keduanya bertemu di tengah-tengah jembatan. Salah satu di antara keduanya tak ada yang mau mengalah dan justru mendorong satu sama lain dengan tanduk mereka bagian resolusi. Hal ini menyebabkan kedua kambing tersebut akhirnya jatuh ke jurang dan tersapu aliran air yang sangat deras bagian koda. Baca Juga Kumpulan Cerita Fabel Panjang Beserta Pesan Moralnya Itulah tadi penjelasan tentang pengertian fabel, struktur, ciri-ciri, unsur intrinsik, jenis, dan contoh fabel. Semoga kamu sekarang jadi memahami apa itu fabel dan terinspirasi untuk membuatnya dengan cerita lebih menarik dan pesan yang mendalam. Untuk mengetahui pembahasan menarik lainnya seputar pelajaran Bahasa Indonesia, kamu juga bisa lho gabung Quipper Video secara gratis. Pembelajaran jadi enggak membosankan dan jadi terasa lebih menyenangkan. Buruan subscribe! [spoiler title=SUMBER]

cerita fabel beserta orientasi komplikasi resolusi dan koda